Skip to main content

Posts

Rekomendasi ✨

Simfoni Obsidian

Denting porselen terdengar sejengkal kaki, teduh hati diiringi persembunyian fana. Sepotong topeng dikelilingi bulu-bulu sutra, pengingat rahasia masa lalu. Terkubur segenggam ingatan ilusi tentang manusia, kekasih hati. Setiap sentuhan jemari lentik perlahan membungkam sepekat suatu malam. Bak porselen anggun berenda putih yang terbagi oleh hangatnya hidangan penutup. Aroma rempah mengulik indra penciuman, seperti bintang di langit Eropa penuh kisah. Berita manisnya perjanjian di akhir cerita, namun tak kunjung menata naungan kegelisahan. Perselisihan ego dengan ilusi kenangan, terekam jernih di bawah megahnya chandelier. Riuh rendah tawa merdu para tamu berhasil menyelinap gendang telinga. Tetap tak merubah pandang atas kepemilikan sandiwara palsu. Setapak iring hak tinggi membasuh lantai, hentikan serbuan langkah dominan. Kedua lingkar mata bersamaan getar api dendam yang menyulut dibalik insan. "Permainan sudah berakhir, Tuan." "Tentu, kau tahu aku selal...

Latest posts

Simpul Takdir Galaksi

Mahkota Berdarah

Sayap Putih

Jemari Hati

Tinggal Bayang

Pena Emas