Mahkota Berdarah
Eloknya purnama memeluk gulita dunia, tinggalkan kobaran api yang menghapus kelahiran.
Tajam bidikan peluru meleset, lantas merobek kesempurnaan kulit seputih salju.
Mahkota keagungan tlah tertindas oleh ricuhnya pasukan kuda.
Hembusan angin terpa jubah kehitaman, ialah tertanda pemilik jiwa.
Ekor kuda api berkibas melangkahi deret mayat berkain besi.
Detak jam mengartikan ancaman keegoisan semakin menyebar ke penjuru.
Kilatan murka tetua kerajaan menggerogoti setiap insan tak berdosa.
"Ia akan kembali padamu. Selalu."
Bisikan mulut penggoda diiringi seutas ceruk asap bayangan.
Jebakan ranting di bawah dedaunan selesai melilit glamor berlian.
Asin tetes air di pelupuk mata, simbolkan pelepasan sumpah suci kemustahilan.
Iris kebiruan memeluk redup binar, bak kebanggan trofi sang pemenang.
"Bonekaku, jiwaku.."
Bagai serpihan kapas penutup noda dengan harapan tak ada keterikatan.
—Faira Elsa
Comments
Post a Comment