Hujan
Rintikan air yang jatuh dari bumi, berhasil membuat bunga mekar dengan sempurna.
Rintikan air yang jatuh mengenai seluruh badanku, berhasil membuatku menangis tersedu-sedu.
Aku tak kuasa menahan tangis yang mulai bercucuran.
Aku berusaha menyeka tetapi hujan yang membuatku menerima.
Tetesan air mata yang menyamai dengan air hujan, membuatku ingin berteriak dengan sangat kencang.
Bunyi petir yang menggelegar tak membuatku takut akan tersambar.
“Dunia ini sangat kejam, aku ingin pulang.”
Berbagai dialog kulontarkan, kala aku mengingat dengan nasib yang malang.
Sesakit ini rasanya jika mengingat semuanya.
Jiwa yang hancur membuat tanganku menorehkan goresan dengan benda tajam.
Tetesan darah perlahan jatuh ke tanah, menyatu dengan air yang bersih nan putih.
“Tuhan dekaplah aku, hambamu yang lemah ini.”
— Faira Elsa
Comments
Post a Comment