Untukmu, Pahlawanku

Tangisan darah yang tak bernyawa, akan menjadi saksi bisu sejarah kelam Indonesia.

Pembantaian yang tak ada habisnya, berada di ujung tanduk telah menutup bukunya.

Mayat bergelimpangan sepanjang kisah, yang dibiarkan begitu saja menjadi tulang.

Hiruk-pikuk selalu menghujani negeri, dengan segala luka yang menyayat jiwa.

Wahai manusia dengan segala keikhlasannya.

Engkau rela mati, demi negeri. 

Pahlawanku..

Abdi negeriku..

Satu persatu peluru mengenai tubuh yang tiada berdaya.

Cecer penderitaan akan terus berlanjut, hingga hari itu tiba.

Kau peluk rasa sakit itu dengan lara.

Wahai jiwa yang rapuh, hancur lebur bersama kesuciannya.

Tiada prasangka baik selain doa yang selalu terutarakan dengan sejuta harapan.

Bersama rintangan, kau berjalan dituntun sang Tuhan memenangkan kemerdekaan.


— Faira Elsa

Comments

Pilihan 💐