Kegelapan
Aku menyendiri di sudut ruangan dengan kondisi gelap gulita.
Kegelapan yang menghantui tak menghalangi penglihatanku.
Aku menutup telingaku karena merasa lelah dengan kebisingan.
Berlama di dalam gelap membuatku merasakan ketenangan.
Aku mengistirahatkan pikiranku sejenak.
Tak ingin membuatnya bertengkar lagi dengan isi hati.
Semuanya telah hancur berkeping-keping.
Sebuah kaca yang dulunya dihempaskan ke tanah, perlahan mulai pecah belah tak tersisa.
Gelap..
Bersahabat denganmu adalah sebuah ilusi yang nyata.
Kau menyadarkanku akan arti sebuah luka yang bermakna.
Mungkin aku terlalu bersahabat dengannya, hingga lupa bagaimana cara bahagia.
— Faira Elsa
Comments
Post a Comment